Doctor Strange (2016) – Personal Review, Personal Opinions

One of Marvel’s most satisfying films.

Marvel berhasil mengangkat tema magic dengan SMART, sekaligus successfully introduce their newest superhero.

A lil bit weird, but IMPRESSIVE & BRILLIANT!
It’s not only loaded with stunning visual effects, Benedict Cumberbatch berhasil menghidupkan Stephen Strange senatural RDJ menghidupkan Tony Stark di Iron Man. Cumberbatch is an excellent Stephen Strange. Impressively genius, arrogant but loveable, yep, Cumberbatch’s Strange is so charming 😍

About the Costume
Saya yang visually oriented sering menomor-satukan kostum characters dari film yang akan saya tonton. Kalo kostumnya udah bikin ill feel, langsung balik kanan. Itulah alasan kenapa saya tidak menonton Superman, Thor, Spiderman, Vision (bukan filmnya sih, tapi ngga terlalu sreg aja sama Vision di Avengers) Hulk, Antman, Wonder Woman, etc. Yep, saya tipe yang menyaring (menyaring ya bukan menilai) buku dari sampulnya. Btw sadar ngga rata-rata superhero yang masuk blacklist diatas rata-rata ber-CAPE?
Yap! Cape adalah hal yang kadang tampak lebay untuk dunia desain modern yang cendrung minimalist-elegan (IMO yaaa). Tapi cape Strange yang bernama Cloak of Levitation tampil stunning disini! Touch of ancient magic-nya dapet, tapi disaat yang bersamaan juga proportional untuk tahun 2016 dan untuk disandingkan dengan kostum Avengers lainnya, terutama Iron Man & Capt America.

retricted-cumberbatch-xxlarge_translfd0eob5cefxzcf_nhe0s8sfiwqpg1jskmxjy7wpx0w

Image courtesy of Marvel

Sempat rada aneh sih pas dr strange ke rumah sakit pake kostumnya, seperti momen bertemunya advanced science dengan ‘aliran sesat’ hahaha.

photos_10100_1475118317_5c73690f94729e6943c7e4ea071d96ab

But he always look stunning anyway. Hahaha 😄 Image courtesy of Marvel

Overall, it’s a VERY recommended film.

Author’s rating : 9,5/10

98% rating on Rotten Tomatoes 🍅 👍👍👍
OMG I’m fallin’ in love (AGAIN AND AGAIN) with Cumberbatch 😍

tanggal 28 bulan 4

Saya tidak begitu menyukai tanggal 28 bulan 4, membuat saya melalui 24 jamnya dengan berbeda dari tiga-ratusan hari lainnya walaupun diri sendiri sudah berusaha menganggapnya seperti hari biasa, tidak berbeda dari yang lainnya. Hari itu selalu membuat saya merecall tanggal 28 bulan 4 sebelumnya, apa yang sudah saya lakukan selama ini?

Saya selalu ingin mengejar sang waktu, lalu mendahuluinya. Menertawakan setiap tanggal 28 bulan 4 yang saya lalui dengan penuh kebanggaan karena saya sudah melebihinya. Namun realitanya sampai tanggal 28 bulan 4 saat ini, saya lah yang selalu ditertawakan.

Ya, satu-satunya alasan saya tidak menyukainya karena selalu mengingatkan akan kebodohan saya, bodoh karena selalu kalah dalam berpacu dengan waktu.

yang katanya Fakta

Kali ini tentang akun-akun twitter yang katanya informatif, misal @FaktaG**gle, @W**Fakta dan akun-akun lainnya. Oke, tak sedikit fakta yang diberikan benar dan dapat dipercaya. Namun tak sedikit juga yang sekedar copy-paste tanpa diteliti dulu kebenarannya.

Misal,

“Tubuh manusia rata-rata hnya dpt mnahan 45 del (del = satuan sakit). Ternyata saat melahirkan, ibu kita mrasakan 57 del.”

Coba dipikir dengan logika, apakah rasa sakit yang dirasakan setiap ibu saat melahirkan itu sama? Ibu yang melahirkan anak pertama dengan ibu yang melahirkan anak kedua tentu rasa sakitnya berbeda, dimana saat persalinan pertama, banyak organ yang baru bekerja, seperti panggul, serviks, dan vagina yang baru meregang. Belum lagi dengan kasus ibu yang sering melahirkan dan dalam jangka waktu yang berdekatan, tentunya rasa sakit itu perlahan berkurang seiring terlatihnya organ pendukungnya.

Contoh lainnya, saat terluka. Luka dengan ukuran yang sama dan tempat yang sama, yang terjadi pada 2 orang yang berbeda, belum tentu dirasakan dengan besar rasa sakit yang sama. Bisa saja orang pertama cukup manja sehingga sugesti dari dirinya sendiri memperbesar rasa sakit, sementara orang kedua sudah cukup sering mengalami luka sehingga luka tersebut tak terlalu mengganggunya, alhasil sakit yang dirasakannya dari luka tersebut tidak terlalu besar.

Dari contoh diatas dapat disimpulkan, rasa sakit merupakan suatu sensasi yang subjektif, tak bisa dinilai secara objektif dengan menggunakan satuan. Penjelasan interaktifnya mungkin bisa dari video dibawah.

“Risiko batu ginjal terutama bila minum suplemen yang mengandung Vitamin C sebanyak 1000mg per tablet.”

“Tidak ada fakta ilmiah yang menyatakan vitamin C menyebabkan batu ginjal. Bahkan pada beberapa kasus, vitamin C justru bersifat kuratif (menyembuhkan). Sebuah studi berskala besar, yang melibatkan 85.557 wanita selama 14 tahun tidak menemukan fakta bahwa vitamin C menyebabkan batu ginjal. Tidak ada perbedaan signifikan antara orang yang mengkonsumsi Vit C 250 mg/sehari dengan mereka yang mengkonsumsi 1,5 g/sehari atau lebih. Studi ini merupakan kelanjutan dari studi sebelumnya pada 45.251 pria, yang menemukan bahwa dosis vitamin C di atas 1,5 g/sehari mengurangi risiko terjadinya batu ginjal.

Orang-orang yang mengalami pembentukan batu ginjal mungkin memiliki proses biokimia yang kurang normal, yang menyebabkan peningkatan produksi oksalat dari vitamin C. Jadi masalahnya bukan pada konsumsi vitamin C itu sendiri. Oksalat dapat terakumulasi membentuk batu ginjal jika berikatan dengan Kalsium membentuk Ca oksalat. Konsumsi vitamin C memang dapat meningkatkan produksi oksalat di dalam tubuh, tetapi tidak ada fakta yang menyebutkan bahwa ia meningkatkan pembentukan batu ginjal. Pada kenyataannya, penggunaan vitamin C dalam satuan gram justru dapat meningkatkan ekskresi baik oksalat maupun urat melalui ginjal. Hal ini dimungkinkan karena beberapa hal. Pertama, vitamin C cenderung mengikat kalsium, sehingga akan mengurangi jumlah kalsium yang akan membentuk Ca-oksalat (satu jenis batu ginjal). Kedua, Vitamin C bersifat diuretik, yaitu meningkatkan pengeluaran air seni. Hal ini akan mencegah terbentuknya batu ginjal. Terakhir, pembentukan batu ginjal nampaknya terjadi di sekitar pusat infeksi, padahal vitamin C ini bersifat bakterisidal (membunuh bakteri) sehingga justru akan mencegah pembentukan batu ginjal dengan cara membunuh bakteri di tempat di mana batu ginjal akan terbentuk.”

Buku Cerdas Mengenali Obat oleh Zullies Ikawati,Apt.,Dr.,Prof.

Nah bisa dilihat kan? Tidak semua “fakta” yang disampaikan bisa dibuktikan kebenarannya. Itupun baru sebagian dari twit janggal yang menarik perhatian saya. So, jangan lupa dicari dulu kebenarannya karena ada yang bilang, mengubah presepsi itu susah. Termasuk presepsi yang “salah” 😀

Saya juga tidak mengatakan penjelasan diatas 100% benar, tapi InsyaAllah saya sudah mencari penjelasan dari sumber yang terpercaya 😀

an annoying widget

Widget Music Player, bagi saya ini merupakan sebuah widget blog yang ngganggu. Untuk memahami secara mendalam bahan perkuliahan, saya butuh banyak sumber, bahkan hanya untuk sebuah definisi dari hal kecil. Sayangnya saya bukan anak orang kaya yang bisa dengan mudahnya membeli beragam textbook pegangan untuk satu mata kuliah sehingga saya lebih memilih untuk mengandalkan internet. Cukup berpandai-pandai dalam memilih sumber yang terpercaya, termasuk membanding-bandingkan beberapa sumber untuk suatu topik yang sama. Jadi untuk memahami suatu definisi, saya bisa membuka tiga sampai beberapa tab sumber, sampai saya mendapatkan hasil yang tepat dan bisa dipercaya kebenarannya. Namun sayangnya, tak sedikit pengguna blog yang menggunakan widget music player. Lagi asik-asik googling gataunya mendadak muncul musik yang bukan dari playlist saya, terpaksa cek tab nya satu per satu, atau kalau nggak kunjung ketemu terpaksa mute speaker laptop. Hey, it’s so annoying!! Nggak semua orang menikmati musik saat nugas, nggak semua orang juga suka lagu yang anda pilih. Gimana nggak kesel coba, pas otak lagi panas-panasnya gegara tuntutan kuliah, eh mendadak ada musik aneh entah dari tab yang mana. Belum lagi loading blog yang jadi berat dan lama, nggak semua orang internetnya kenceng bro.

Praktikum 3 Fisiologi : Tidak Berperikehewanan :”

Kedokteran itu kejam! Terlepas dari tututan moral lahir batin yang harus dihadapi seorang dokter ketika ia sudah menjadi pengabdi seutuhnya. Saya yang masih semester 1 aja udah ngerasain kejamnya, ketika harus praktikum pake hewan percobaan. Praktikum fisiologi kemaren merupakan praktikum pertama yang sukses bikin saya sesak nafas ngeliat proses bedah kataknya. Kalau pas di SMA dulu hewannya dalam keadaan mati, yang ini malah harus dipertahankan untuk tetap hidup. Yah memang kesadaran kataknya udah diambil paksa saat perusakan di bagian foramen magnum-nya, tapi organ si katak harus dipertahankan tetap hidup dengan larutan ringer sehingga bisa digunakan untuk praktikum. Awalnya saya pikir kehidupan organ tadi hanya bertahan 5-10 menit, ternyata lebih! Sampai menit ke 20 saat saya iseng ngeliat setengah keatas tubuh si katak tadi, masih gerak! Ya Allah lancarkanlah jalannya menuju surga (TʃƪT)

Setengah keatas. Bener nggak salah ketik kok. Jadi setelah otaknya dirusak secara tega, setengah kebawah bagian katak tadi dikuliti. Kayak anak kecil dibukain celananya (´._.`). Lalu otot perutnya digunting juga sehingga organ dalamnya mleber kemana-mana. Yang nggak kalah tega, vertebranya dipotong horizontal, terus dibagi 2 lagi secara vertikal, 1 sisi untuk kaki kanan 1 sisinya lagi untuk kaki kiri (fokusnya emang nervus dari vertebra sampai tendon kaki sih). Sehabis itu baru diambil nervusnya, mulai dari tendon kaki sampai vertebra. Otot sama tulangnya digunting-gunting sampai ninggalin nervusnya.

Sedihnya itu pas ngeliat setengah ke atas tubuh katak tadi masih gerak-gerak, padahal udah sekian lama dibedah. Ya karena larutan ringer tadi. Kasiaan, organ dalamnya masih gerak-gerak, matanya setengah kebuka setengah ketutup. Iyasih udah nggak sadar, tapi tetep aja nggak tega 😥

Tapi Alhamdulillahnya dalam praktikum kemaren saya nggak harus bedah si kataknya, selain itu pas dosennya ngecek katak yang saya bawa…

dr: Mana katak kamu?
Me: Ini dok *ngangkat kresek yang isinya katak dengan segenap rasa geli*
dr: Lah ini nggak bisa dipake, kecil.

Nah itu refleks nyebut Alhamdulillah padahal dosennya masih di depan saya. Wahaha bego. Nggak papa deh, katak-katak nya bisa dilepas lagi, kalian selamat sob :’)

Dodol lah. Katanya pengen spesialis bedah atau kandungan tapi pegang katak aja geli setengah mati, apalagi kalau harus ngebedah buat ngambil nervusnya. Hoalaaah. Sesat iki!

“Dan tunas-tuna…

“Dan tunas-tunas perasaanmu tak bisa kau pangkas lagi. Semakin kau tikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kau injak, helai daun barunya semakin banyak.”

“Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik.”

— Tere Liye, novel “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” & “Sunset Bersama Rosie”